Artikel ini melihat secara mendalam pada kumparan solenoid:
Apa itu kumparan solenoid?
Struktur kumparan solenoid
- Coil: Kawat tembaga terluka erat di sekitar inti tetap.
- Pegas: Pegas stainless steel yang mengembalikan armature ke posisi normalnya ketika kumparan de-energized.
- Inti besi statis: silinder feromagnetik
- Movable Iron Core: Bagian dari inti tetap yang bergerak ketika koil diberi energi, juga dikenal sebagai plunger solenoid.
- CAN: Perumahan termoplastik untuk lingkungan umum.
Bagaimana cara kerja koil solenoid?
Kumparan solenoid DC / AC:
Ada kelebihan dan kekurangan untuk menggunakan solenoida DC atau AC. Ketika gaya magnet mengatasi gaya pegas dan armature terangkat sepenuhnya, arus yang mengalir melalui koil dapat dikurangi untuk menghemat energi.
- DC Solenoid Coil : Arus DC yang mengalir melalui solenoid menciptakan gaya magnet yang cukup untuk mengatasi gaya pegas dan mengangkat armature ke dalam koil. Ketika koil tidak energi, pegas mendorong armature kembali ke tempatnya. DC lebih lambat untuk merespons karena DC memberikan arus yang stabil dan tidak berubah yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menumpuk dan mengurangi medan magnet.
- AC Solenoid Coil : Kumparan AC lebih rumit karena AC sakelar polaritas. Dua kali per siklus, arus adalah nol, membuat gaya magnet nol. Ketika kekuatan pegas terus -menerus mendorong jangkar ke bawah, jangkar bergetar dan menciptakan suara yang berdengung dan memberi tekanan pada komponen. Untuk memerangi ini, cincin bayangan tembaga di sekitar jangkar menyimpan beberapa energi magnetik, mengurangi getaran. AC mengubah arah dengan cepat, memungkinkannya untuk menyesuaikan medan magnet lebih cepat dan efisien, membuat kumparan AC lebih hemat energi.
Aplikasi kumparan solenoid
Ada banyak jenis kumparan solenoid.
Gulungan solenoid melakukan berbagai tugas di bidang kontrol dan regulasi cairan dalam sistem hidrolik. Salah satu aplikasi utama kumparan solenoid adalah pada katup solenoid. Katup ini secara tepat mengontrol aliran cairan hidrolik dengan mengaktifkan atau menonaktifkan koil solenoid.
- Aplikasi Penguncian: Medan magnet menarik plunger di dalam solenoid, menyebabkannya bergerak dan mengunci mekanisme di tempatnya. Ketika arus dimatikan, pegas mendorong plunger ke belakang, melepaskan kunci. Solenoida dapat digunakan dalam berbagai aplikasi penguncian, termasuk sistem penguncian pintu otomatis, mesin penjual otomatis, hambatan akses, dan banyak perangkat keamanan lainnya.
- Aplikasi Otomotif: Solenoida digunakan dalam berbagai aplikasi kendaraan, termasuk roda gigi yang bergeser, mesin awal, sistem injeksi bahan bakar yang mengoperasikan, pintu penguncian, dan katup penggerak.
- Aplikasi Medis: Digunakan dalam aplikasi medis untuk mengontrol aliran fluida, mengatur katup dalam sistem gas medis, mengoperasikan pompa dan dispenser, dan mengontrol pergerakan peralatan medis.
- Aplikasi Industri: Digunakan dalam aplikasi industri untuk mengontrol katup, mengoperasikan sistem pneumatik dan hidrolik, pergerakan peralatan kontrol, dan dalam proses otomatisasi, robotika, dan manufaktur.
- Aplikasi rumah: Digunakan dalam sistem hidrolik rumah termasuk pancuran, penyiram, mesin pencuci piring, mesin cuci dan mesin cuci bertekanan tinggi lainnya.
